Untuk teman-teman yang posisinya sebagai translator, sebelum mulai tolong dipelajari dulu cara penulisannya ya.. soalnya ini ada hubungannya dengan teman-teman yang posisinya sebagai typesetter. Jika penulisannya tidak sesuai standard, ditakutkan typesetternya nanti kebingungan dan hasilnya akan salah. Kalau hasilnya salah sudah pasti pembaca akan kebingungan membacanya. Oke kita mulai ya…

Berdasarkan gambar yang dibawah ini, cara penulisannya adalah:

[Image: kh01_07.jpg?v=1193384868][Image: view?usp=sharing]
Judul: xxxx
Chapter: 1
Cara baca: Dari kiri ke kanan / Dari kanan ke kiri

Hal: 1
– aku mendengar ada suara memanggilku.
– …apakah itu semua…mimpi?
– wow
– sudah mulai terbentuk // kapal kita
– tetapi aku yang melakukan semua pekerjaannya.
– karena kalian berdua bermalas-malasan // apakah kalian berdua menyuapi satu sama lain dengan buah paopu

Yang perlu diperhatikan adalah:
1. Jangan lupakan tanda bacanya.
2. Jika ada 1 balon isinya 2 percakapan, kasih tanda “//”
3. Tulisan ga papa pake huruf kecil semua, karena gak ngaruh sama jenis fontnya.
4. Jika ada percakapan diluar balon, kasih tanda “(luar balon)”.
5. Jika ada balon isinya cuman simbol atau tanda baca doank misal tanda “!!!”, harus ditulis juga.

Berhubung saya juga tidak terlalu paham dengan photoshop, jadinya yah saya menjelaskan yang penting-pentingnya saja.

Siapin dulu peralatannya:
1. Photoshop
2. Dowload fontnya disini
3. Setelah itu install fontnya ke windows. Caranya cuman copy paste aja ke directory C:\Windows\Fonts.
4. Download manga english / RAW (Lokasinya akan dikasih tahu lewat whats app)

Oke jika peralatannya udah siap, ada 4 hal penting yang harus diperhatikan ketika proses typesett, yaitu:

1. Atur font ==> Harus disesuaikan antara balon dengan textnya, jangan sampai balonnya besar tapi textnya kecil, begitu juga sebaliknya

2. Atur bentuk ==> Usahakan bentuknya sama rata kanan-kiri (Justify)

3. Atur posisi ==> Usahakan posisinya berada di tengah-tengah balon.

4. Ketika mau save, pilih Save for Web Devices > JPEG (High)

Halo semuanya~ ^^

Di thread kali ini, saya ingin membahas tentang bagaimana caranya menerjemahkan yang baik dan benar. Karena di sini kita menerjemahkan komik, tentunya kita tidak ingin membuat typesetter dan pembaca kita bingung, kan? ^

Perlu kita ingat, bahwa menerjemahkan bukan hanya memindahkan kata atau kalimat ke dalam bahasa lain sesuai arti kamus, tapi juga memindahkan makna agar apa yang ada pada bahasa asal dapat tersampaikan pada bahasa sasaran.

Oke, pertama-tama saya akan menjelaskan teknisnya terlebih dahulu.

Kita bisa memilih, apakah ingin menerjemahkan komiknya di word ataupun notepad. Setelah selesai, jika ukuran file lebih kecil dari 5MB, sebaiknya langsung di-attach pada post kita. Namun, jika lebih dari itu, file bisa diupload pada google drive kita dan mencantumkan link-nya pada post kita. Tapi jangan lupa akses sharingnya dibuka ya ^^ Tata cara lengkapnya bisa dilihat di sini [link].

Untuk judul thread, cukup tulis 001, 002, 003 dst. (3 digit), tidak perlu memakai embel-embel judul, kata “chapter”, dan lainnya. Setelah itu, meskipun pada isi post kita tercantum judul komik dan chapter, pada file juga tolong cantumkan itu, ditambah cara baca. Pada saat saya memeriksa hasil terjemahan, banyak saya temukan yang tidak menulis judul, chapter, dan cara baca pada terjemahan komiknya.

Setelah itu, perhatikan baik-baik nomor chapter dan halaman. Banyak yang salah menulis nomor chapter. Untuk halaman, sesuaikan dengan nomor halaman yang ada pada google drive-nya. 001 adalah hal 1, 002 hal 2, dst. Jangan menggunakan kata “halaman pembuka”, atau mengikuti halaman yang tertera pada komiknya, ya ^

Selanjutnya, ketahuilah urutan baca. Setelah memastikan cara baca dari kanan ke kiri atau kiri ke kanan, ikuti mata kita, mana balon yang pertama, luar balon, dan lainnya secara berurutan. Karena masih ada saja yang berantakan (loncat-loncat) urutan balonnya, misalkan dari balon atas ke bawah lalu ke tengah. Itu akan menyulitkan typesetter jika mereka tidak sambil melihat komik bahasa Inggrisnya.

Hal yang penting lainnya adalah, tetap tulis segala sesuatu yang ada di dalam dan luar balon. Apakah itu hanya nama, tanda baca, tanda seru, ataupun sfx dan bunyi-bunyi (terjemahannya). Memang, beberapa tidak akan diganti oleh typesetter-nya, namun apa salahnya mempermudah pekerjaan typesetter, kan? Agar mereka tidak bingung dengan adanya balon yang bolong di tengah-tengah komik.

Selain itu, jika ada dialog, bunyi dsb. yang terletak di luar balon, tulislah (luar balon), dan jika ada di dalam kotak, tulislah (kotak). Jangan tidak menulisnya atau menggunakan simbol dan kata-kata selain itu, yang nantinya malah akan jadi membingungkan.

Perhatikan gambar di bawah ini. Ada balon atau kotak yang beranak dua, bahkan lebih. Untuk pemisah dari balon pertama ke balon selanjutnya, tolong beri tanda //, jangan di-enter atau langsung ditabrak ya terjemahannya ^^ Untuk dalam dan luar balon yang agak terpisah pun gunakan tanda ini. Tapi, jangan menggunakan tanda ini untuk menggabungkan dialog yang tidak berada dalam balon atau kotak yang sama, meskipun itu berdekatan.

Setelah itu, masih banyak yang bingung dengan awalan, apa harus dipisah atau disatukan. Caranya mudah, ubah saja ke bentuk kata kerja aktif. Jika itu bisa, maka disatukan. Jika tidak, maka dipisah.

Contoh:
Dipakai -> memakai = bisa = disatukan
Diluar -> tidak bisa jadi meluar = dipisah -> di luar

Pengecualian untuk kata keluar, jika memiliki makna yang berantonim “masuk”, maka itu disatukan. Jika maknanya memiliki antonim “ke dalam”, maka dipisahkan.

Keluar – masuk
Ke luar – ke dalam

Lalu, untuk akhiran, hampir semuanya disatukan. Seperti “menyelamatkanmu” bukan “menyelamatkan mu”, “merasakannya” bukan “merasakan nya”. Untuk pun, yang disatukan hanyalah adapun; andaipun; akanpun; ataupun; bagaimanapun; biarpun; kalaupun; kendatipun; maupun; meskipun; sungguhpun; namunpun; sekalipun; dan walaupun. Selain itu dipisah, seperti apa pun, dll.

Secara teknis cukup sekian. Kalau masalah huruf, apakah mau kapital atau tidak, itu tidak berpengaruh, karena nanti semuanya akan diubah menjadi kapital ^^

Selanjutnya, untuk hal-hal non-teknis. Namun, ini adalah hal yang penting. Seperti yang saya sebutkan di atas, kita tidak ingin pembaca bingung, kan? Kita juga ingin agar makna asalnya dapat sampai di terjemahan kita, bukan? ^^

Pertama, setiap penerjemah memiliki gaya menerjemahkan masing-masing. Di sini yang ingin saya tekankan bukanlah agar gaya kita semua sama, atau memaksakan gaya saya pada kalian, bukan. Yang ingin saya tekankan adalah, bagaimana agar maknanya bisa sampai dan hasil terjemahan kita bisa lebih enak dibaca. Masalah formal atau tidak juga itu kembali pada masing-masing, karena terkadang kita harus menyesuaikan antara bahasa percakapan dan di luar itu. Tapi tolong pilih kata-kata yang baku. Seperti “peduli” bukan “perduli”, “kekuatan sebenarmu” yang benar adalah “kekuatanmu yang sebenarnya”. Terkadang, saat menerjemahkan kita suka keasyikan, dan bahasa gaulnya jadi terbawa-bawa XD

Kedua, menerjemahkan itu bukan hanya menerjemahkan bentuk, tapi juga menerjemahkan makna, agar makna tersebut bisa sampai ke pembaca sasaran. Jadi, sebisa mungkin kita tetap menjaga bentuk, tapi kalau bentuk yang ada malah merusak makna, tidak masalah bentuknya tidak sama asalkan maknanya tetap tersampaikan. Lalu, bagaimana cara kita menerjemahkan makna? Mudahnya adalah, hal yang pertama kita pikirkan saat membaca suatu kata atau kalimat, itulah makna dari kata dan kalimat itu.

Ketiga, grammar bahasa Indonesia itu berbeda dengan grammar bahasa Inggris. Terkadang susunan kalimat terjemahannya akan menjadi terbalik. Seperti contoh di bawah ini.

Eng: their unchanging popularity
Ind: popularitas mereka yang tak berubah

Nah, bagaimana jika itu terpisah menjadi dua balon? Apakah kita harus menerjemahkannya dengan susunan yang sesuai seperti terjemahan Inggrisnya meskipun hsilnya jadi kurang, atau bisa kita tukar meskipun susunannya tidak sesuai dengan terjemahan Inggrisnya? Kalau saya, saya akan memilih yang kedua. Saya akan membalikkan susunannya.

Keempat, ini yang cukup penting. Tentang bunyi, sfx, atau onomatope dalam bahasa Jepang. Tolong terjemahkan itu semua jika sudah ada terjemahan inggrisnya, dan jika tidak ada, maka bisa dibiarkan. Kebanyakan penerjemah membiarkan ini begitu saja, meskipun sudah ada terjemahan Inggrisnya. Paling tidak, jika bunyi-bunyian itu dirasa akan tetap sama dengan terjemahan Inggrisnya, maka tulislah ulang. Lalu, jika ingin menerjemahkannya, terjemahkanlah dengan bunyi-bunyian yang sering kita lihat di komik-komik yang diterbitkan, seperti dheg, tap, tep, set, srat, pats, psst, buk, dhuak, dll., jangan dengan kata kerja, karena hasilnya akan menjadi kaku. Contoh:

– Terjemahan Inggris : Surprised
Terjemahan yang benar : Dheg
Terjemahan yang kaku : Terkejut, kaget
– Terjemahan Inggris : Crack
Terjemahan yang benar : Krek
Terjemahan yang kaku : Hancur
– Terjemahan Inggris : Shiver
Terjemahan yang benar : Brr brr
Terjemahan yang kaku : Gemetar, bergetar, menggigil

Jika kita menggunakan kata gemetar/ bergetar/ menggigil, maknanya akan bergeser. Gemetar memiliki makna “takut”, bergetar kurang lebih sama, dan menggigil berarti “kedinginan” Sedangkan, kebanyakan maksud yang terdapat dalam sebuah komik, tidak seperti itu. Misalkan, sang tokoh “terharu/ ingin menangis karena senang”, atau “geram pada seseorang”. Maknanya jadi berbeda jauh kalau diterjemahkan dengan gemetar/ bergetar/ menggigil, kan? ^

Tapi, ada kalanya kita tidak menemukan bunyi-bunyian yang pas. Maka, bisa kita gunakan kata kerja. Tapi gunakanlah kata kerja pasif, jangan aktif. Contoh:

– Terjemahan Inggris : shake shake, nod nod
Terjemahan yang benar : geleng geleng, angguk angguk
Terjemahan yang salah : menggeleng, mengangguk
– Terjemahan Inggris : Smile
Terjemahan yang benar : hmm, hehe, atau terkadang bisa dengan “senyum”
Terjemahan yang salah : tersenyum

Kemudian, dalam bahasa Indonesia secara tidak langsung ada tingkatan kesopanan kata seperti, “saya, aku”; “anda, kau, kamu, bapak, ibu, nona, nyonya, tuan”; “kalian,” dsb. Sedangkan, dalam bahasa Inggris, itu hanya ditulis dengan kata “I”; “you”; dsb. Lalu, bagaimana cara memilih penggunaannya? Bacalah situasinya.

– Jika itu hubungan antara atasan dan bawahan yang tidak dekat/ rentang umurnya jauh: saya-anda, bisa bapak-ibu-tuan-nyonya-nona
– Jika itu hubungan antara atasan dan bawahan, tetapi dekat/ rentang umurnya dekat: aku-kau, terkadang bisa aku-anda
– Jika itu hubungan yang dekat/ biasa/ seumuran-ke bawah: aku-kamu, aku-kau
– Untuk membedakan “you” yang berarti “kamu” atau “kalian”, cukup melihat konteks situasinya, sang tokoh sedang bicara dengan berapa orang.

Kemudian, terkadang penerjemah Inggrisnya tetap membiarkan –san, -sama, -chan, -kun, -sensei, dan tidak diterjemahkan. Ini bersifat pilihan, apakah mau dibiarkan apa adanya, atau diterjemahkan. Jika ingin diterjemahkan, bisa menggunakan padanan kata di bawah ini. Ini pun tetap bersifat pilihan, dan semuanya kembali pada kalian ^^

– -san: terkadang saya hanya menghilangkannya, atau jika tokohnya lebih tua, saya akan menerjemahkannya dengan bapak/ pak/ ibu/ bu. Contoh: sawara-san -> sawara/ pak sawara.
– -sama: tuan, nyonya, nona. Contoh: Atsu-sama -> tuan Atsu
– -chan/ -kun: saya hanya menghilangkannya saja, karena tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: Mizu-chan -> Mizu
– -sensei: sebenarnya, secara harfiah ini berarti ibu guru/ bu guru dan bapak guru/ pak guru. Tapi, akan canggung jika diterjemahkan seperti itu, seperti bapak guru Tama. Biasanya, saya hanya menerjemahkannya dengan pak Tama saja.

Terakhir, kita tidak punya editor/ proofreader. Jadi, penerjemah jangan ragu dengan hasil terjemahannya, baik itu kalimat, kata, maupun penerjemahan bunyi-bunyiannya. Post/ kirimkanlah kalau sudah yakin, jangan sampai pada terjemahan ada keterangan “pilih saja salah satu di antara dua kata ini”, “saya tidak yakin, terjemahkan saja dengan yang sesuai”, “pokoknya maksudnya itu”, “saya sulit menerjemahkannya, terjemahkan saja dengan yang kira-kira pas”. Jangan sampai seperti itu, ya ^^

Setelah semua itu dan terjemahan kita selesai, jangan lupa dicek ulang. Karena bukannya tidak mungkin masih akan ada typo, atau bahasa gaul tertulis di sana. Bahkan, terkadang halaman dan balon dialog pun ada yang terlewat diterjemahkan. Setelah yakin dengan semua itu, bacalah dari awal apakah kalimatnya mengalir atau tidak, dan apakah kalimat terjemahan itu dimengerti dalam sekali baca atau tidak. Perhatikan juga tanda baca, titik dan koma. Bacalah tanpa melihat gambar, dan terjemahan yang baik adalah terjemahan yang mengalir dan bisa dimengerti tanpa melihat gambar ^^


Sekian dari saya ^^

Saya juga masih belajar, tapi apa salahnya bagi-bagi ilmu, bukan? ^^

Any questions or suggestions? Don’t hesitate to leave them below ^^

Manga List